Apa Itu Dynamometer?
Pada artikel kali ini kami akan menjelaskan tentang suatu alat yang memiliki fungsi untuk mengukur tenaga/daya. Seperti yang kita ketahui bersama, dunia industry khususnya industry otomotif berkembang setiap tahun, para pelaku dibidang otomotif seperti produsen mobil atau motor berlomba – lomba untuk mengeluarkan produk terbarunya.
Tentunya produk terbaru yang dikeluarkan perlu memiliki keunggulan dari produk yang terdahulu, berkaitan dengan hal tersebut dapat kita mengambil contoh adalah produksi mobil, produk mobil yang terbaru harus memiliki keunggulan dari mobil keluaran sebelumnya.
Keunggulan yang kami maksud disini dapat berupa fitur atau performa mesin dan lainya, berkaitan dengan performa mesin. Sebelum mobil tersebur dilaunching atau diluncurkan mesin tersebut akan diukur/diuji sejauh mana mesin tersebut dapat bekerja.
Untuk mengukur performa engine tersebut dibutuhkan sebuah alat yang dinamakan dynamometer, alat ini berfungsi untuk mengukur daya atau tenaga yang dikeluarkan atau dihasilkan dari suatu mesin bermotor dan juga dapat mengukur torsi dan putaran mesin.
Menurut beberapa sumber, terdapat beberapa jenis dynamometer diantaranya adalah:
- Engine Dynamometer
Dynamometer mesin atau engine dyno digunakan untuk mengetahui besar jumlah tenaga atau daya yang dikeluarkan oleh suatu mesin. Dalam prakteknya, dynamometer mesin mengukur tenaga sebenarya yang dari mesin kendaraan bermotor. - Chassis Dynamometer
Dynamometer rangka /sasis adalah suatu alat uji otomotif yang digunakan untuk mengukur daya sebenarnya yang diberikan motor kepada roda–roda penggerak.
Penggunaan dynamometer sebenarnya tidak hanya pada aplikasi otomotif tapi juga dapat diaplikasikan pada industry lain, dibawah ini adalah contoh penggunaan dynamometer di beberapa aplikasi selain aplikasi otomotif.
Demikian informasi singkat dari saya mengenai dynamometer, semoga dapat memberi manfaat bagi anda, tentang informasi alat ukur performa mesin ini.
